Kulit daur ulang mengacu pada kulit buatan, bahan produksi kulit sintetis sebagian atau seluruhnya berasal dari bahan limbah, setelah didaur ulang dan diproses ulang menjadi kain dasar resin atau kulit untuk produksi kulit buatan jadi.
Seiring dengan perkembangan dunia yang terus menerus, pencemaran lingkungan bumi semakin serius, kesadaran masyarakat akan perlindungan lingkungan mulai bangkit. Sebagai solusi baru, daur ulang dan penggunaan kembali kulit menjadi sumber daya yang penting, sehingga kulit daur ulang dapat masuk ke dalam kehidupan masyarakat, mewujudkan keterkaitan yang luar biasa antara perlindungan lingkungan dan mode!
Karakteristik kulit daur ulang:
Kulit daur ulang memiliki karakteristik kulit asli dan kulit PU, dan merupakan bahan kulit yang sangat serbaguna saat ini. Sama seperti kulit asli, kulit daur ulang memiliki daya serap kelembapan, daya tembus udara, kualitas pengerjaan yang baik, serta kelembutan, elastisitas, ringan, tahan suhu tinggi dan rendah, dan tahan aus. Kekurangannya adalah kekuatannya lebih rendah daripada kulit asli dengan ketebalan yang sama, tentu saja, juga lebih rendah daripada kulit PU, sehingga tidak cocok untuk bagian atas sepatu dan barang-barang kulit lainnya yang承受 tekanan yang lebih besar. Karena proses produksi kulit daur ulang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan secara real-time, maka dengan meningkatkan jumlah lateks alami dan mengubah formula prosesnya, kita juga dapat membuat berbagai produk dengan kelembutan, kekerasan, dan kekuatan yang berbeda untuk menutupi kekurangannya. Perawatan permukaannya selanjutnya mirip dengan kulit PU, dalam hal tekstur permukaan dan warna, regenerasi kulit tidak hanya berupa pembaruan, tetapi juga menghasilkan produk baru tanpa henti. Yang lebih penting, harganya sangat kompetitif, hanya sepersepuluh dari harga kulit asli, tiga kali lipat harga kulit PU, sangat bernilai dan hemat biaya.
Pembuatan kulit daur ulang yang dapat didaur ulang:
Pembuatan kulit daur ulang sangat sederhana. Limbah kulit akan disobek dan digiling menjadi serat, kemudian lateks alami dan lateks sintetis serta perekat lainnya, ditekan menjadi lembaran material individual. Bahan ini dapat menggantikan kulit alami yang digunakan untuk membuat sepatu kulit, sol dalam, tumit utama, dan bagian atas tas, serta dapat digunakan untuk jok mobil dan sebagainya. Bentuk kulit daur ulang dapat dibuat sesuai permintaan. Kulit daur ulang tidak hanya lebih kuat, tetapi juga ringan, tahan panas, dan tahan korosi.
Sisa-sisa kulit juga dapat dibuat menjadi kulit busa bersama dengan plastik. Kulit busa ini memiliki ketahanan abrasi seperti plastik, tetapi juga memiliki elastisitas kulit dan sifat anti selip yang baik, sehingga nyaman dan kokoh saat dikenakan. Menurut perhitungan, jika 10.000 ton sisa kulit diolah menjadi kulit busa jenis ini, maka dapat menghemat jumlah resin polivinil klorida, setara dengan produksi tahunan pabrik polivinil klorida sebesar 3.000 ton selama tiga tahun.
Penggunaan sisa-sisa bahan dari pabrik kulit, seperti sepatu, bagian-bagian kulit, dan kulit asli, dilakukan pra-perlakuan, dihancurkan menjadi bubur kulit, kemudian ditambahkan lateks, belerang, akselerator, aktivator, dan serangkaian bahan pendukung lainnya. Bahan-bahan tersebut dicampur dan didispersikan secara merata, lalu dimasukkan ke dalam mesin jaring panjang. Setelah melalui proses dehidrasi, pengeringan, pencerahan, dan proses lainnya, produk jadi pun dihasilkan. Kulit daur ulang dapat digunakan sebagai bagian utama tumit dan sol dalam sepatu kulit, lidah topi, bantalan jok sepeda, dan bahan lainnya.
RKulit daur ulang dan perlindungan lingkungan:
Menurut statistik dari organisasi perlindungan lingkungan terkait, lebih dari 10% emisi karbon global disebabkan oleh proses produksi kulit tradisional, dan setelah melalui beberapa lapisan pengolahan, kulit seringkali sulit terurai secara alami.
Data terkait produksi kulit daur ulang menunjukkan bahwa keseluruhan proses produksi kulit daur ulang dapat mengurangi produksi zat-zat berbahaya hingga 90% dibandingkan dengan proses produksi kulit alami.
Kulit daur ulang merupakan keseimbangan yang baik antara permintaan manusia akan produk kulit dan kebutuhan mendesak akan perlindungan lingkungan. Dibandingkan dengan kulit asli dan kulit sintetis, kulit daur ulang mewujudkan daur ulang sumber daya, lebih ramah lingkungan, sejalan dengan konsep ekologi internasional, telah diakui oleh banyak perusahaan dan banyak digunakan dalam produk kering, secara bertahap merebut pangsa pasar produk kulit tradisional.
Waktu posting: 08-Jan-2025






